Mengganasnya
serangan DBD (Demam Berdarah Dengue) di
Kabupaten Jombang memantik keprihatinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0814/Jombang. Dipimpin
, Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Arh M Fatkhurrahman, Korps berseragam
loreng tersebut lantas turun ke lapangan untuk melakukan penyergapan Nyamuk
Pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut dengan cara pengasapan
atau foging pada Kamis (28/1/2016).
(Photo By Ony : Sergap Aides Aigepty Dandim 0814/Jombang Lakukan Fogging)
Lokasi yang
dipilih adalah Dusun Sanan, Desa Puton, Kecamatan Diwek. Desa Puton merupakan
salah satu kawasan yang endemik DBD. Bahkan di dusun tersebut sudah ada dua
orang meninggal akibat gigitan nyamuk Aides Aigepty. Sisanya, masih ada dua
orang menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. Selain
Fogging dalam kegiatan itu juga dilakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
memantau jentik, membersihkan lingkungan, serta menggerakkan program 3 M. Sebelum
melakukan pengasapan, jajaran Kodim 0814 bersama warga setempat melakukan kerja
bhakti. Kebun milik warga yang kotor disisir dan dibersihkan.
Bukan hanya
itu, Letkol Fatkhurrahman bersama tim jumantik (juru pemantau jentik) juga
memeriksa kamar mandi warga guna memantau jentik nyamuk. "Tujuan kami
melakukan kegiatan ini untuk meminimalisir serangan DBD. Kami juga menghimbau
masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan," ujar Fatkhurrahman.
Sebelumnya Pada Kamis
(21/1/2016) yang lalu Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko juga turun lapangan untuk melakukan Pengasapan/Fogging ke beberapa rumah warga dan saluran saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
(Photo : Tampak Bupati Jombang dengan alat fogging)
Bupati
Jombang,”Nyamuk Aides Aegypti Lebih Berbahaya Daripada Teroris”.
Bupati Jombang mengingatkan Warga
Jombang agar waspada terhadap Nyamuk Aides Aegypti yang menyebarkan penyakit Demam berdarah Dengue (DBD), menurutnya
nyamuk Aides Aegypti ini lebih berbahaya dari teroris.
“kalau teroris Pak Dandim dan jajarannya dapat mendeteksi keberadaannya, tetapi
kalau nyamuk Aides Aegypti kita sulit mendeteksinya,oleh karena
itu semua harus waspada,”tutur Bupati Nyono Suharli Wihandoko ketika melakukan
pencanangan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di Desa Plandi, Kecamatan
Jombang Kota.
Bupati Nyono Suharli mengingatkan masyarakat agar kembali menggalakkan
program 3M yakni yaitu, menguras, menutup dan mengubur. “untuk menghindari serangan demam berdarah mari kita
giatklan kembali program 3 M di lingkungan kita masing masing,”himbaunya.
Karena tambah Bupati, melalui program 3 M tersebut dapat memutus mata
rantai tempat bersarangnya nyamuk yang membahayakan bagi kesehatan ini . Selain itu bupati
juga minta agar warga rutin mengadakan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) dilingkungan masing masing.
“Kalau dalam sehari tempat air
sudah ada jentik nyamuknya, berarti dalam setengah hari harus sudah diganti.
Pokoknya sesering mungkin,” kata bupati kepada warga.
Selain melakukan pencanangan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), pada saat itu juga dibagikan lotion anti nyamuk kepada pelajar dan warga yang mengikuti kegiatan tersebut. “Selain gerakan 3 M, W arga juga diharapkan memakai lotion anti nyamuk ketika beraktifitas diluar rumah khususnya pelajar, karena DBD paling banyak menyerang anak anatara usia 7-10 Tahun,”kata Bupati Nyono Suharli.
Selain melakukan pencanangan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), pada saat itu juga dibagikan lotion anti nyamuk kepada pelajar dan warga yang mengikuti kegiatan tersebut. “Selain gerakan 3 M, W arga juga diharapkan memakai lotion anti nyamuk ketika beraktifitas diluar rumah khususnya pelajar, karena DBD paling banyak menyerang anak anatara usia 7-10 Tahun,”kata Bupati Nyono Suharli.
(Admin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar