15 Jun 2016

Bulan Ramadhan, Pemkab Jombang Gelar Safari Ramadhan

Untuk Menjangkau 21 Kecamatan Rombongan Tim Safari Ramadhan Dibagi Dua

Sudah menjadi kegiatan rutin selama bulan ramadhan, Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar kegiatan safari ramadhan atau yang akrab dikenal dengan Tarling atau Taraweh Keliling. Dalam kegiatan safari ramadhan tahun ini 1437 H/2016 M, sejumlah kegiatan dilakukan untuk mewarnai safari ramadhan.
(Kehadiran Bupati Jombang disambut antusias warga setempat)
Jadi bulan ramadhan ini betul betul dimanfaatkan dengan baik oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Wakil Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab, bersama Jajaran Pejabat Lingkup Pemkab Jombang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadhan atau Taraweh Keliling ini.
Selain acara inti yakni taraweh bersama masyarakat, sejumlah kegiatan dilakukan seperti penyerahan santunan kepada anak anak yatim, Janda Miskin serta penyerahan beasiswa baik untuk anak SD,SMP,SMA maupun Mahasiswa. Tidak hanya itu untuk tahun ini juga diagendakan Buka bersama serta sahur bersama masyarakat.

Jadi ketika diagendakan buka bersama masyarakat maka rombongan tim Safari Ramadhan ini berangkat lebih awal yakni jam 16.00 WIB. Setelah di adakan acara ceremoni untuk menyambut saat berbuka, sholat magrib bersama, buka bersama masyarakat sampai taraweh bersama. Begitupun juga ketika  diagendakan sahur bersama, rombongan tim safari ramadhan ini harus bertahan dimasjid tersebut sampai saat sahur tiba, kira kira jam 2 dinihari. (Taraweh bersama dilanjut dialog dengan warga sampai datangnya saat sahur).

Untuk menjangkau 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang maka rombongan tim safari ramadhan di bagi menjadi dua, yakni rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jombang yang diikuti jajaran Forkopimda dan Pejabat Pemkab Jombang. Serta rombongan kedua yang dipimpin oleh Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Jombang, yang diikuti oleh Sekda, serta sejumlah Istri Forkopimda dan Istri Para Pejabat Pemkab Jombang.
...

Sholat Taraweh, Dialog Dan Sahur Bareng Warga Tondo Wesi

Kali ini, Senin (13/6/16)  Masjid yang dikunjungi dalam kegiatan safari ramadhan  adalah Masjid Baiturohman , Dusun Tondowesi Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan. Tidak sendiri dalam Safari Ramadhan ini Bupati Jombang didampingi jajaran Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Kapolres Jombang, Dandim 0814/Jombang, Ketua PN, serta sejumlah Pejabat Jombang.
(Bupati Jombang menyerahkan santunan kepada anak yatim)
Dusun Tondowesi,Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan adalah salah satu desa terpencil yang berada di sebelah barat Kabupaten Jombang. Desa ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Nganjuk. Sehingga masyarakat setempat mengaku senang dengan kehadiran Bupati dan Jajarannya tersebut. Sehingga pertemuan dengan orang nomor satu di Kabupaten Jombang tersebut benar benar dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan aspirasinya.

Usai sholat taraweh, rombongan tidak lantas pulang,  sambil menunggu saat sahur tiba dialog ringan antara Bupati Nyono yang didampingi Ketua DPRD Jombang H.Joko Triono serta para Pejabat Jombang dengan Warga setempat pun mengalir. Tak jarang dalam dialog tersebut diselingi dengan candaan. Tidak ada sekat antara Bupati,Pejabat dan warga setempat karena mereka duduk beralaskan tikar bersama sama. Sejumlah tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Anggota Remaja Masjid maupun jamaah masjid ikut dalam dialog yang digelar diserambi masjid tersebut. Dialog semakin gayeng dengan adanya hidangan sederhana “polo pendem” seperti ketela goreng, pisang goreng maupun kacang rebus. Dengan dilengkapi secangkir teh hangat dan kopi  panas.

(Gayeng marem,suasana dialog ketika menyambut saat sahur)


Dari dialog dengan warga, ada sejumlah aspirasi dan keinginan warga yang langsung  disampaikan ke Bupati Nyono misalnya pembangunan infrastruktur jalan maupun keinginan agar jembatan di dusun Nampu segera dibangun agar memudahkan warga yang berangkat sekolah maupun bekerja tidak melintasi sungai setempat.

Mendapati keinginan warga ini,Bupati Nyono Suharli langsung berjanji bahwa pada tahun ini (2016) keinginan warga tersebut akan direalisasikan. Bahkan Bupati Nyono menegaskan untuk tahun 2016 ini Pemkab Jombang akan menggelontorkan anggaran sebesar 12,6 Miliar untuk infrastruktur jalan dan penerangan jalan di Kecamatan Plandaan.

“sehingga untuk  infrastruktur jalan di Kecamatan Plandaan akan tuntas di tahun ini, sedangkan untuk jembatan di Dusun Nampu kami berusaha agar melalui PAK tahun ini jembatan tersebut akan dibangun,”tegas Bupati Nyono yang langsung disambut tepuk tangan warga.

Bupati Nyono Suharli pada kesempatan itu mengaku bangga dan senang bisa bertemu langsung dengan warga apalagi dalam bentuk makan sahur bersama seperti yang dilakukan kali ini. Menurut Bupati Nyono kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian safari ramadhan yang di gagas pemkab Jombang  untuk menambah keakraban antar pejabat dan masyarakatnya.

“Safari ramadhan dengan makan sahur bersama warga pun perlu dilakukan untuk menjalin silaturahmi sehingga timbul kedekatan dengan masyarakat,sekaligus kita akan mengetahui apa yang selama ini di inginkan warga, “ tambah Bupati Nyono Suharli.

Selain itu melakukan dialog dengan warga ,disela acara Bupati Nyono Suharli juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim dan janda miskin serta beasiswa. Dan kegiatan malam itu diakhiri dengan sahur bersama.
...

(Wakil Bupati Jombang menyerahkan santunan kepada anak yatim di kegiatan safari ramadhan)
Sedangkan rombongan kedua yang dipimpin oleh Wakil Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab dan Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko Ketua TP PKK Jombang melakukan safari ramadhan di Masjid At Taqwa Desa Gondang Manis Kecamatan bandar Kedungmulyo. Ibu Sekda Jombang, Isrtri Jajaran Forkopimda Jombang, serta Istri Para Pejabat Jombang turut dalam rombongan ini. Disini seperti yang telah direncanakan, usai melakukan sholat taraweh bersama wrga setempat, Wakil Bupati maupun Ketua TP PKK Jombang menyerahkan santunan dan bantuan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, janda miskin dan mahasiswa penerima beasiswa.
(Ketua TP PKK dan Ketua Forsid Jombang menyerahkan santunan)

*)Liputan Jodhie_Andik



6 Jun 2016

"Gerebeg Apem" Tradisi Unik Sambut Ramadhan di Kabupaten Jombang

Kabupaten Jombang kini punya tradisi / kegiatan unik  yang digelar setiap menjelang Ramadhan / awal ramadhan. Kegiatan unik tersebut adalah  Gerebek  Apem (Festival Apem). Tradisi yang diselenggarakan Pemerintah Daerah tersebut sudah ada sejak tahun 2007. Awalnya Kue Apem tersebut ditata pada Gunungan setinggi 3 Meter. Sedangkan jumlah kue apem yang berada pada gunungan dihitung menurut tahun masehi pada saat itu. Misalnya tahun ini tahun 2016 maka jumlah kue apemnya juga 2016 Kue Apem. Lantas Gunungan yang berisi kue apem tersebut  di usung oleh tokoh/ ikon Jombang yakni Besut, ke tengah tengah warga, untuk menjadi rebutan warga yang hadir pada saat itu.
...
(suasana ketika rebutan apem)


Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menjelaskan acara gerebeg apem ini sudah menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Jombang sejak tahun 2007. "Tahun ini tradisi gerebek apem sudah berlangsung yang kesepuluh. Dan sudah menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Jombang bersama masyarakat sehingga bisa dikatakan ini tradisi warga Kota Santri dalam menyambut Ramadan," ujar Bupati Nyono usai membuka acara .

Yang menarik dari acara yang digelar tiap tahun ini, lanjut Bupati Nyono, Kue apem yang digunakan diacara tersebut berbahan non beras. Itu dilakukan sekaligus untuk mengkampanyekan panganan non beras. Pemerintah berharap, makanan berbahan non beras dan non terigu bisa dikembangkan di kabupaten Jombang sebagai produk unggulan
"Apem merupakan kue khas untuk menyambut Ramadan. Makanya dalam tradisi Jawa sebelum memasuki bulan suci, selalu saling memberi kue tersebut kepada tetangga sekitar. Kue apem adalah simbol permohonan maaf," Kata Bupati Nyono Suharli.
...

Kenapa dipilih Kue Apem ??

Konon Menurut legenda, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”  

Makanan ini kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan.  Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.
...

Begitu juga dengan tahun ini (2016), untuk menandai masuknya awal Ramadhan 2016 M/1437 H, Pemkab Jombang kembali menyelenggarakan Fetival apem/ gerebeg apem. Kegiatan dipusatkan di depan  GOR Merdeka, Jalan Presiden Abdurrahman Wahid, Jombang, Jawa Timur, pada  Minggu (5/6/2016) sore.

Pukul  16.00 WIB, Bupati Jombang Nyono Suharli  hadir bersama istri, serta tampak Wakil Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD dan Forkopimda yang juga hadir beserta istri. Tampak ratusan warga sudah berkerumun, mereka menunggu gunungan apem untuk dikeluarkan. Tapi harus sabar menunggu selesainya acara seremonial.


(Gunting Pita,tanda gerebeg apem dimulai)
Usai dilaksanakan seremonial pembukaan, dan pemotongan rangkaian melati tanda acara gerebeg apem dimulai, tak lama kemudian para pemuda yang berpakaian adat ala tokoh/ikon Jombang yakni besut mengeluarkan gunungan Kue Apem ke tengah warga yang sudah berkerumun. 

Ratusan warga yang sebelumnya telah memadati Jl KH Abdurrahman Wahid (Jalan Gus Dur) langsung menyerbu, tidak kurang dari 10 menit gunungan apem itu ludes tak tersisa.
Mereka mengambil kue apem yang tertancap di punggung gunungan. Karena banyaknya pengunjung yang berebut apem. Tidak jarang dari mereka yang terinjak, terjepit, hingga terjengkang. Beruntung sejumlah petugas yang ada di lokasi langsung bergerak. Mereka meminta agar para pengunjung mundur. Tidak hanya pria dewasa, sejumlah ibu-ibu dan anak-anak pun rela terjepit untuk mendapatkan apem tersebut. Ratusan warga di Jombang berdesak-desakan berebut

...

Selain untuk menandai awal ramadhan, kegiatan gerebek apem atau festival apem ini juga sebagai pertanda dimulainya Pasar Ramadhan yang ada disepanjang jalan KH.Abdulrahman Wahid atau Jalan Gus Dur tersebut. Pasar ramadhan akan ada selama bulan ramadhan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. *)

*)Andik_Jodi

1 Jun 2016

Alhamdulillah...Masjid Dr. H Moeldoko Akhirnya Diresmikan

Masjid Dr.H Moeldoko yang dibangun atas prakarsa Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Moeldoko akhirnya diresmikan penggunaanya. Masjid mewah bergaya Turki yang berada di tepi Jalan Raya Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, diresmikan, Rabu (1/6/2016). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dr.H Moeldoko yang didampingi istri tercinta serta Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Ketua DPRD Jatim H.A.Halim Iskandar bersama jajaran Forpimda Jombang.
“Masjid ini saya persembahkan untuk kedua oran tua saya yang telah membesarkan saya hingga sampai seperti ini. Selain itu Masjid ini saya persembahkan untuk bangsa dan negara,”tutur H.Moeldoko usai peresmian masjid.

Terkait anggaran pembangunan komplek Islamic Center itu, Moeldoko enggan menyebutkan nominalnya. "Tidak etis kalau saya sebut. Karena anggaran tersebut akan saya pertanggungjawabkan kepada Allah," tandasnya.
Selain masjid, di kawasan islamic center tersebut juga terdapat gedung Islamic Centre, rumah untuk menampung anak anak yatim, bangunan sekolah serta pusat oleh-oleh. Karena masjid mewah itu memang diproyeksikan sebagai tempat wisata religi. Didepan bangunan masjid, tepatnya di pintu masuk area masuk masjid juga terdapat prasasti yang ditulis oleh H. Moeldoko.

Diceritakan H.Moeldoko, Arsitektur masjid terinspirasi ketika beliau melakukan perjalanan spiritual dan berkunjung ke puncak peradaban Islam, yaitu Masjid Biru di Istambul, Turki. Selain itu, kemegahan Masjid Ar Rayyan, Kebon Sirih, Jakarta, juga semakin membulatkan niat Moeldoko untuk segera merealisasikan cita-citanya membangun masjid. Dan tepat pada tanggal 5 Oktober 2014 Peletakan batu pertama pembangunan masjid  dilakukan.
Sementara ,Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku bangga sekaligus bersyukur dengan dibangunnya masjid yang lokasinya memang sangat strategis tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Moeldoko yang telah memberikan dedikasi kepada masyarakat Jombang. Masjid ini lokasinya cukup representatif, karena lahannya cukup luas, yakni 3.260 meter persegi, selanjutnya, pengelolaan masjid ini akan ditangani pemkab," ujar Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

...

Setelah tuntas masa pengabdiannya menjadi Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko kini mewujudkan keinginan saat masa sekolah untuk membangun masjid megah. Tepat hari lahirnya pancasila, pria kelahiran Kediri itu meresmikan 'Islamic Center Dr H Moeldoko' di Jl Raya Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Rabu (1/6).
Peresmian masjid itu ditandai dengan pengguntingan pita. Selain Moeldoko, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Ketua DPRD Jawa Timur A Halim Iskandar juga ikut serta. Usai peresmian, mereka meninjau sejumlah ruangan di masjid tersebut.
...
Sebelum peresmian, dalam sambutannya, Moeldoko bercerita munculnya keinginan mendirikan masjid di depan hadirin. Ia berbagi keluh kesahnya saat masih sekolah. Ketika masih mengalami zaman susah.
Menurutnya, untuk membayar ongkos angkutan sekolah, Moeldoko harus kucing-kucingan dengan kondektur bus. Dia tak mampu membayar, padahal saat itu ongkos angkutan dari Papar, Kediri menuju Jombang hanya Rp 25. Belum lagi saat ibu kos melayangkan tagihan bulanan. Moeldoko harus pusing tujuh keliling. Keuangannya kembang kempis. "Itu fakta saya alami, dan itu menjadi motivasi saya untuk meenjalani hidup," tuturnya di atas panggung.
Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, lokasi Islamic Center yang di dalamnya tersapat masjid mewah itu sengaja dipilih di kawasan Bandar Kedungmulyo. Karena lokasi tersebut jaraknya dekat Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Tempat dia dilahirkan. Dan juga dekat dengan Kota Jombang, tempat Moeldoko mengahabiskan masa mudanya. Dia bersekolah di SMPP Jombang (sekarang SMA Negeri 2 Jombang). Masing-masing jaraknya hanya 10 kilometer.
"Karena itu pula saya ingin memberikan hal terbaik untuk masyarakat Jombang dan Kediri. Yakni dengan mendirikan komplek Islamic Center," paparnya.
...
(H.Moeldoko menyerahkan pengelolaan Masjid kepada Bupati Jombang)

Masjid lantai dua berukuran 30x30 meter persegi itu mampu menampung jamaah 1.500 orang. Sedangkan luas lahan mancapai 6.685 meter persegi. Bukan hanya itu. Di komplek tersebut juga terdapat sekolah TK dan TPQ berukuran 8x24 meter persegi, serta panti asuhan. Terakhir terdapat tiga unit toko atau pusat oleh-oleh.
"Seluruh aset ini pengelolaannya saya serahkan ke Pemkab Jombang. Kecuali untuk panti asuhan, tetap saya tangani sendiri. Di panti asuhan ini terdapat 14 anak yatim. Mereka akan saya sekolahkan hingga tingkat tinggi," ujarnya. *)


*) Liputan Andik_Jodi