Menteri
Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti melakukan Kunker Di Kabupaten
Jombang. Rombongan Susi Pudjiastuti tiba di Jombang sekitar pukul 17.00, Kamis
(17/11) sore. Helikopter yang membawa Susi mendarat di lapangan Pemkab Jombang.
| (Sekda Dan Wabu Jombang saat menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti) |
Kunjungan
kerja Menteri Susi ke kota santri salah satunya bersilaturrahim ke Pondok
Pesantren (Ponpes) Tebuireng. Rencananya, Menteri Susi akan menyaksikan
pemecahan rekor MURI 7445 santri makan ikan makarel secara serentak di kawasan
parkir makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jumat (18/11) pagi.
Saat
menteri perempuan berusia 51 tahun itu turun dari helikopter Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Sekda Ita Triwibawati serta pejabat di lingkungan
Pemkab Jombang langsung menyambut dengan bersalaman dan bertegur sapa.
Tak
berlama-lama di lapangan, Menteri Susi bergegas menuju Ruang Kartini Pemkab
untuk bersinggah sebentar. Dalam perjalanan menuju ruangan, Wabup Mundjidah
terlihat mempercepat jalannya dengan lari-lari kecil karena mengiringi langkah
cepat Menteri Susi.
Meski sempat tertinggal, Wabup Mundjidah terus mengejar. Tak pelak hal tersebut
menuai respon dari Menteri Susi. “Saya tidak bisa jalan pelan bu,” ujarnya
sembari melihat ke belakang menunggu Wabup Mundjidah. Sementara Wabup Mundjidah
hanya bisa tersenyum melihat sang Menteri “nyentrik” itu menunggunya.
Esoknya
(Jumat/18/11/16) Menteri Susi Pudjiastuti menyaksikan pemecahan rekor MURI
7.445 santri makan ikan makarel secara serentak.

( Menteri Susi Pudjiastuti (Baju Hijau) saat menyapa ribuan santri PP Tebuireng)

“Makan
ikan, sehat, cerdas, jadi menteri,pernyataan ini disampaikan Menteri Kelautan
dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti saat menyapa ribuan santri Ponpes Tebuireng
yang berkumpul di kawasan parkir makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jumat
(18/11) pagi yang bersiap untuk memecahkan rekor MURI makan ikan makarel secara
serentak.
Didampingi
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Solah),
Menteri Susi membuka secara simbolis dengan membunyikan terompet sebagai
pertanda dimulainya makan ikan bersama ribuan santri.
Usai
membuka acara makan bersama,Menteri Susi menyempatkan menyalami para santri.
Tak pelak sambutan riuh kegembiraan bergemuruh di antara para santri yang ingin
bersalaman dengan Susi.
Di
tengah-tengah para santri, Menteri Susi mengaku bangga bisa bertemu ribuan
santri. “Ibu sangat terhormat, diberikan kesempatan ioleh tuhan bisa bertemu
para santri di sini,” kata Susi.
Menteri
Susi juga mengajak para santri agar gemar makan ikan. “Minta bapak ibu belanja
ikan, daripada daging atau daging ayam. Kalau daging kolesterol, Daging impor,
kalau ikan milik kekayaan laut kita sendiri,” ujar dia.
Menurutnya,
ikan sangat penting untuk asupan protein. “Ikan penting untuk otak kita, makan
ikan yang banyak, nasi sedikit. Kalau makan nasi banyak, bikin ngantuk,” kata
Susi.
Kepada
para santri, Menteri yang selalu berdandan “nyentrik” ini juga memberikan
motivasi gemar membaca buku. “Ibu jangan dicontoh, hanya lulusan SMA. Tapi, ibu
banyak baca buku. Buku filsafat, agama, ilmu pengetahuan, perbanyaklah membaca
buku,” tandas dia.
Sebelum
duduk ke kursi yang disediakan panitia, Susi mengajak para santri
mengkampanyekan bahwa makan ikan membuat sehat dan cerdas. “Ayok diikuti, Makan
ikan, sehat, cerdas. Makan ikan, pintar, jadi menteri,” pungkasnya diikuti
suara ribuan para santri. (Jd)




















