21 Agu 2016

Mbah Karto (67 Tahun) ”Tukang Becak Naik Haji” Asal Jombang



Kalau di serial televisi ada sebuah judul film TBNH atau Tukang Bubur Naik Haji yang menceritakan seorang pedagang bubur ayam keliling yang dengan kegigihannya akhirnya mampu menunaikan ibadah haji. Namun berbeda dengan kisah yang dialami oleh Mbah Karto (67 Tahun), Dia adalah TBNH- “Tukang Becak Naik Haji” asal Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. 
(Mbah Karto Ketika Ditemani Istrinya)
Meski hanya sebagai pengayuh becak dengan penghasilan rata – rata Rp 30 ribu per hari. Namun Mbah Karto tahun ini terdaftar sebagai calon jamaah haji (CJH) dan sudah melunasi BPIH tahap II sehingga mbah Karto akan berangkat ke Makkah pada tahun ini (Akan berangkat pada 24 Agustus 2016).

Mbah Karto menceritakan, Pada awal – awal, memang sulit untuk mengumpulkan uang sambil membagi untuk kebutuhan belanja. Tapi lama-lama, dari waktu ke waktu akhirnya terbiasa juga menabung, meski awalnya hanya mampu nyelengi Rp 5 ribu per hari.  Bahkan, kata Mbah Karto, dulu pernah hanya bisa menyisihkan Rp 1. 500 sehari. 

 
“Nabungnya sejak 20 tahun lalu. Setiap hari saya sisihkan, kadang Rp5 ribu, kadang Rp10 ribu, bahkan pernah hanya seribu rupiah. Tergantung dengan hasil yang didapat setiap harinya," paparnya. Namun Mbah Karto mengakui bahwa  keberangkatan ini tak lepas dari izin Allah untuk dapat  berangkat ke tanah suci Makkah. Karena Sang Pengeran (Tuhan) mengizinkan, ya inilah karunia yang diberikan-Nya.

(Mbah Karto ketika sedang menunggu penumpang)
“Pada awal – awal, memang sulit mengumpulkan uang sambil membagi untuk kebutuhan belanja. Namun Selama manusia memiliki niat baik pasti akan dikabulkan, bahkan segala kemudahan akan diturunkan oleh Yang Maha Kuasa,” cerita Mbah Karto.

Mimpi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima sudah menjadi impian bapak dua cucu ini. Sebelum menjadi tukang becak, ia juga pernah menjadi seorang tukang parkir di bekas lokalisasi di kampung tersebut. Maklum kampung Mbah Karto tersebut dulunya adalah bekas lokalisasi terkenal di Jombang yakni “Klubuk”. Dengan keinginan dan keyakinan yang kuat tersebut maka impian memijakkan kaki di tanah suci Mekkah menjadi terwujud.

“Uang hasil bekerja tiap hari usai menarik becak disisihkan.Saya kumpulkan di bawah kasur, kadang juga di bawah bantal. Kalau sudah terkumpul banyak, selanjutnya saya menabung di salah satu Bank di Jombang. Sebelum saya jadi tukang becak, di Dusun Klubuk merupakan tempat lokalisasi. Saya dan istri bekerja sebagai tukang parkir dan sering juga kena razia,” Urainya.  

Selamat Jalan Mbah Karto, Semoga Ibadah Hajinya Lancar dan Pulang Mendapat Predikat Haji Mabrur...Aminnnnnnnn...


*)Andik_Jodi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar