Sejumlah
Komunitas Pesepeda Jombang mengusulkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk menjamin
keamanan dan keselamatan pesepeda anak hingga lansia. Hal itu disampaikan dalam
Jagongan Pesepeda Jombang bersama nara sumber Putut Soedarjanto, pengurus
Biketowork Indonesia di Aula Telkom Jombang, Minggu (4/8) malam.
Hadir
dalam pertemuan tersebut Ketua Jombang Bersepeda (Jombers) H. Muslimin Abdilla,
Ketua Jombang Mancal Club (JMC) H. Irwan Prakoso, Ketua RSUD Cycling Club Anang
Sumariono, Ketua Ciptakarya Gowes (Cikago) Miftakhul Ulum, Cheil Jedang
Adventure Club (CJAJ), pengurus Federal Jombang (FedJomb) Achmad Arief, Agus
dari BMC dan beberapa anggota komunitas gowes Jombang.
"Ada dua produk hukum berupa Perda
tentang perlindungan pesepeda di Kota Solo dan Purwakarta yang menarik untuk
diadopsi di Jombang," beber Putut dalam dialog.
Dua produk hukum dimaksud antara lain mengatur larangan kendaraan bermotor untuk melintas pada jalan tertentu saat aktivitas pesepeda pelajar sibuk. Yakni saat berangkat ke sekolah antara pukul 5.30-7.30 dan pukul 12.00-13.30. Sebagai konsekuensinya, penegak hukum Perda yakni Satpol PP berperan aktif untuk menindak pelanggar. Demikian pula dengan petugas Dinas Perhubungan bersama anggota polisi menjaga simpul jalan.
Dua produk hukum dimaksud antara lain mengatur larangan kendaraan bermotor untuk melintas pada jalan tertentu saat aktivitas pesepeda pelajar sibuk. Yakni saat berangkat ke sekolah antara pukul 5.30-7.30 dan pukul 12.00-13.30. Sebagai konsekuensinya, penegak hukum Perda yakni Satpol PP berperan aktif untuk menindak pelanggar. Demikian pula dengan petugas Dinas Perhubungan bersama anggota polisi menjaga simpul jalan.
"Masih
banyak orang tua was-was saat melepas anaknya bersepeda ke sekolah dalam
kondisi populasi motor dan mobil tak terkendali. Belum lagi dengan perilaku
pengendaranya yang ngawur," tandas Putut yang pada Jumat (2/9) pekan lalu
bersama walikota Solo dan komunitas bike to work Solo mengikuti Kampanye
Bersepeda ke Sekolah yang aman dan Nyaman di Solo.
Putut
yang telah empat kali bersepeda dari Jakarta menuju rumah orang tuanya di
penghujung Ramadhan sejal 2011 ini memastikan akan mendukung dan memfasilitasi
pemangku kebijakan di Jombang.
Merespons
gagasan tersebut, Muslimin Abdilla dari Jombers menyatakan, selama ini gerakan
bersepeda di Jombang semakin masif. Namun, hanya bersifat rekreatif.
"Jombers mengajak seluruh warga Jombang bergerak menjadi pesepeda peduli.
Yakni, peduli lingkungan dan transportasi publik," tandas Muslimin.
Sebagai
upaya mewujudkan hal tersebut, Jombers bersama Forum Komunitas Hijau
(FKH)Jombang telah bergerak sejak 2012. Beberapa hasil yang diperoleh empat
tahun sesudahnya antara lain, perbaikan dan penambahan jalur sepeda, munculnya
berbagai komunitas pesepeda peduli lingkungan terutama di sekolah dan lembaga
pemerintah. "Ke depan, kita terus mendorong pemangku kebijakan untuk lebih
kongkret melindungi pesepeda."
Irwan
Prakoso dari Jombang Mancal Club yang juga anggota DPRD Jombang menyatakan
dukungan dan kesiapannya untuk mewujudkan Perbup Perlindungan Pesepeda.
"Segera akan saya pelajari produk hukum di Solo dan Purbalingga untuk kami
usulkan ke Pak Bupati," kata Irwan.
Forum
dialog juga menyepakati dukungan dan keterlibatan pada even Jombang Eco
Creative#2 pada 1-2 Oktober 2016 di Taman Kebonratu Jombang. Pada even
tersebut, Jombers dan FKH menggelar kemping pesepeda untuk keluarga (Family
Bikecamp) sebagai media edukasi pentingnya pembiasaan aktivitas bersepeda
sebagai solusi konkret masa depan menyikapi kemacetan dan polusi di perkotaan. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar