Kabupaten Jombang kini
punya tradisi / kegiatan unik yang digelar setiap menjelang Ramadhan / awal
ramadhan. Kegiatan unik tersebut adalah Gerebek Apem (Festival Apem). Tradisi
yang diselenggarakan Pemerintah Daerah tersebut sudah ada sejak tahun 2007. Awalnya
Kue Apem tersebut ditata pada Gunungan setinggi 3 Meter. Sedangkan jumlah kue apem
yang berada pada gunungan dihitung menurut tahun masehi pada saat itu. Misalnya
tahun ini tahun 2016 maka jumlah kue apemnya juga 2016 Kue Apem. Lantas Gunungan
yang berisi kue apem tersebut di usung
oleh tokoh/ ikon Jombang yakni Besut, ke tengah tengah warga, untuk menjadi
rebutan warga yang hadir pada saat itu.
Bupati Jombang Nyono
Suharli Wihandoko menjelaskan acara gerebeg apem ini sudah menjadi kegiatan
rutin di Kabupaten Jombang sejak tahun 2007. "Tahun ini tradisi gerebek
apem sudah berlangsung yang kesepuluh. Dan sudah menjadi agenda rutin
pemerintah Kabupaten Jombang bersama masyarakat sehingga bisa dikatakan ini
tradisi warga Kota Santri dalam menyambut Ramadan," ujar Bupati Nyono usai
membuka acara .
Yang menarik dari acara
yang digelar tiap tahun ini, lanjut Bupati Nyono, Kue apem yang digunakan
diacara tersebut berbahan non beras. Itu dilakukan sekaligus untuk
mengkampanyekan panganan non beras. Pemerintah berharap, makanan berbahan non
beras dan non terigu bisa dikembangkan di kabupaten Jombang sebagai produk
unggulan
"Apem merupakan kue
khas untuk menyambut Ramadan. Makanya dalam tradisi Jawa sebelum memasuki bulan
suci, selalu saling memberi kue tersebut kepada tetangga sekitar. Kue apem
adalah simbol permohonan maaf," Kata Bupati Nyono Suharli.
...
Kenapa dipilih Kue Apem ??
Konon Menurut legenda, kue
ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali
dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari
sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya.
Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada
penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata
“yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”
Makanan ini kemudian
dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa
arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya
adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang
Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada
acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.
...
Begitu juga dengan tahun
ini (2016), untuk menandai masuknya awal Ramadhan 2016 M/1437 H, Pemkab Jombang
kembali menyelenggarakan Fetival apem/ gerebeg apem. Kegiatan dipusatkan di
depan GOR Merdeka, Jalan Presiden Abdurrahman Wahid, Jombang, Jawa Timur,
pada Minggu (5/6/2016) sore.
Pukul 16.00 WIB,
Bupati Jombang Nyono Suharli hadir bersama istri, serta tampak Wakil
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD dan Forkopimda yang juga hadir
beserta istri. Tampak ratusan warga sudah berkerumun, mereka menunggu gunungan
apem untuk dikeluarkan. Tapi harus sabar menunggu selesainya acara seremonial.
Usai dilaksanakan
seremonial pembukaan, dan pemotongan rangkaian melati tanda acara gerebeg apem
dimulai, tak lama kemudian para pemuda yang berpakaian adat ala tokoh/ikon
Jombang yakni besut mengeluarkan gunungan Kue Apem ke tengah warga yang sudah
berkerumun.
Ratusan warga yang sebelumnya telah memadati Jl KH Abdurrahman Wahid (Jalan Gus Dur) langsung menyerbu, tidak kurang dari 10 menit gunungan apem itu ludes tak tersisa.
![]() |
| (Gunting Pita,tanda gerebeg apem dimulai) |
Ratusan warga yang sebelumnya telah memadati Jl KH Abdurrahman Wahid (Jalan Gus Dur) langsung menyerbu, tidak kurang dari 10 menit gunungan apem itu ludes tak tersisa.
Mereka mengambil kue apem
yang tertancap di punggung gunungan. Karena banyaknya pengunjung yang berebut
apem. Tidak jarang dari mereka yang terinjak, terjepit, hingga terjengkang.
Beruntung sejumlah petugas yang ada di lokasi langsung bergerak. Mereka meminta
agar para pengunjung mundur. Tidak hanya pria dewasa, sejumlah ibu-ibu dan
anak-anak pun rela terjepit untuk mendapatkan apem tersebut. Ratusan warga di
Jombang berdesak-desakan berebut
...
Selain untuk menandai awal
ramadhan, kegiatan gerebek apem atau festival apem ini juga sebagai pertanda
dimulainya Pasar Ramadhan yang ada disepanjang jalan KH.Abdulrahman Wahid atau
Jalan Gus Dur tersebut. Pasar ramadhan akan ada selama bulan ramadhan yang
dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. *)
*)Andik_Jodi
*)Andik_Jodi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar