6 Jun 2016

"Gerebeg Apem" Tradisi Unik Sambut Ramadhan di Kabupaten Jombang

Kabupaten Jombang kini punya tradisi / kegiatan unik  yang digelar setiap menjelang Ramadhan / awal ramadhan. Kegiatan unik tersebut adalah  Gerebek  Apem (Festival Apem). Tradisi yang diselenggarakan Pemerintah Daerah tersebut sudah ada sejak tahun 2007. Awalnya Kue Apem tersebut ditata pada Gunungan setinggi 3 Meter. Sedangkan jumlah kue apem yang berada pada gunungan dihitung menurut tahun masehi pada saat itu. Misalnya tahun ini tahun 2016 maka jumlah kue apemnya juga 2016 Kue Apem. Lantas Gunungan yang berisi kue apem tersebut  di usung oleh tokoh/ ikon Jombang yakni Besut, ke tengah tengah warga, untuk menjadi rebutan warga yang hadir pada saat itu.
...
(suasana ketika rebutan apem)


Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menjelaskan acara gerebeg apem ini sudah menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Jombang sejak tahun 2007. "Tahun ini tradisi gerebek apem sudah berlangsung yang kesepuluh. Dan sudah menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Jombang bersama masyarakat sehingga bisa dikatakan ini tradisi warga Kota Santri dalam menyambut Ramadan," ujar Bupati Nyono usai membuka acara .

Yang menarik dari acara yang digelar tiap tahun ini, lanjut Bupati Nyono, Kue apem yang digunakan diacara tersebut berbahan non beras. Itu dilakukan sekaligus untuk mengkampanyekan panganan non beras. Pemerintah berharap, makanan berbahan non beras dan non terigu bisa dikembangkan di kabupaten Jombang sebagai produk unggulan
"Apem merupakan kue khas untuk menyambut Ramadan. Makanya dalam tradisi Jawa sebelum memasuki bulan suci, selalu saling memberi kue tersebut kepada tetangga sekitar. Kue apem adalah simbol permohonan maaf," Kata Bupati Nyono Suharli.
...

Kenapa dipilih Kue Apem ??

Konon Menurut legenda, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”  

Makanan ini kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan.  Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.
...

Begitu juga dengan tahun ini (2016), untuk menandai masuknya awal Ramadhan 2016 M/1437 H, Pemkab Jombang kembali menyelenggarakan Fetival apem/ gerebeg apem. Kegiatan dipusatkan di depan  GOR Merdeka, Jalan Presiden Abdurrahman Wahid, Jombang, Jawa Timur, pada  Minggu (5/6/2016) sore.

Pukul  16.00 WIB, Bupati Jombang Nyono Suharli  hadir bersama istri, serta tampak Wakil Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD dan Forkopimda yang juga hadir beserta istri. Tampak ratusan warga sudah berkerumun, mereka menunggu gunungan apem untuk dikeluarkan. Tapi harus sabar menunggu selesainya acara seremonial.


(Gunting Pita,tanda gerebeg apem dimulai)
Usai dilaksanakan seremonial pembukaan, dan pemotongan rangkaian melati tanda acara gerebeg apem dimulai, tak lama kemudian para pemuda yang berpakaian adat ala tokoh/ikon Jombang yakni besut mengeluarkan gunungan Kue Apem ke tengah warga yang sudah berkerumun. 

Ratusan warga yang sebelumnya telah memadati Jl KH Abdurrahman Wahid (Jalan Gus Dur) langsung menyerbu, tidak kurang dari 10 menit gunungan apem itu ludes tak tersisa.
Mereka mengambil kue apem yang tertancap di punggung gunungan. Karena banyaknya pengunjung yang berebut apem. Tidak jarang dari mereka yang terinjak, terjepit, hingga terjengkang. Beruntung sejumlah petugas yang ada di lokasi langsung bergerak. Mereka meminta agar para pengunjung mundur. Tidak hanya pria dewasa, sejumlah ibu-ibu dan anak-anak pun rela terjepit untuk mendapatkan apem tersebut. Ratusan warga di Jombang berdesak-desakan berebut

...

Selain untuk menandai awal ramadhan, kegiatan gerebek apem atau festival apem ini juga sebagai pertanda dimulainya Pasar Ramadhan yang ada disepanjang jalan KH.Abdulrahman Wahid atau Jalan Gus Dur tersebut. Pasar ramadhan akan ada selama bulan ramadhan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. *)

*)Andik_Jodi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar