Bupati Jombang,"Gus Dim adalah Sosok Kyai Panutan,
Kami merasa kehilangan"
Pimpinan atau Al-Mursyid Jamaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, KH Dimyathi Romly (Gus Dim) meninggal dunia, Rabu (18/6/16) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketua majelis pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, ini menghembuskan nafas terakhirnya di RS Airlangga Jombang karena sakit diabetes. Dan jenazah Gus Dimdimakamkan di Asrama HQ (Hidayatul Quran) PPDU pukul 21.00 WIB malam.
Banyak pihak merasa kehilangan atas meninggalnya KH
Dimyathi Romly (Gus Dim), Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dan
Ketua Umum majelis pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso,
Kecamatan Peterongan.
Bukan hanya dari kalangan ulama, pesantren, dan nahdliyin.
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pun merasa sangat kehilangan sosok Kyai
yang punya kharisma tinggi dan menjadi panutan ini. Sehingga pada kesempatan
terakhir tersebut, Bupati Nyono berusaha untuk ikut memikul jenasah Gus Dim
meski harus berebut dengan ribuan santri dan pelayat yang hadir. Bahkan
terlihat Bupati Nyono harus berdesakan dengan ribuan perakziyah ketika
memikul keranda jenasah untuk mengantarkan sampai ke liang lahat.
Begitu mendengar kabar bahwa KH Dimyathi Romly
wafat, Bupati Nyono Suharli yang baru kembali usai mengikuti Munaslub
Partai Golkar di Bali langsung bergegas ke rumah duka yakni di PPDU Rejoso.
Tiba dirumah duka, Bupati Nyono yang di dampingi sejumlah
pejabat Pemkab Jombang ini disambut Putra dan sejumlah kerabat Gus Dim. Setelah
menyampaikan rasa belasungkawa, Bupati Nyono langsung menuju ke
tempat pemakaman.
Tidak mudah bagi Bupati Nyono untuk memberikan
penghormatan terakhir yakni dengan ikut memikul keranda jenasah Gus Dim. Karena
pada saat itu ribuan santri PPDU Rejoso dan ribuan Jamaah Tarekat Qadiriyah wa
Naqsyabandiyah, saling berebut untuk ikut mengusung keranda jenasah Gus Dim ke
peristirahatan terakhirnya.
Dikatakan Bupati Nyono Suharli yang juga sebagai ketua DPD
I Partai Golkar Jawa Timur ini, rasa kehilangan itu juga dirasakan oleh
keluarga besar Partai Golkar. Dimata Bupati Nyono Suharli Wihandoko, selain beliau
adalah sosok ulama kharismatik, Gus Dim merupakan salah satu jangkar Partai
Golkar yang ada di pesantren. Bahkan hingga saat ini, pria yang wafat pada usia
72 tahun tersebut masih tercatat sebagai dewan pertimbangan Partai Golkar Jawa
Timur. "Bukan hanya itu, Gus Dim juga pernah menjadi anggota DPRD Jawa
Timur dari partai berlambang pohon beringin, "tutur Bupati Nyono.
![]() |
| (Bupati Jombang berdoa dipusara Gus Dim usai dimakamkan) |
"Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten
Jombang Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam dalamnya, semoga arwah
Almarhum diterima di sisi Allah SWT, "ungkap Bupati Nyono dihadapan ribuan
santri dan jamaah torekot yang melayat waktu itu. *)
*)Andik_Jodi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar