21 Feb 2016

Dua Hari, Dua Menteri Kunjungi Kabupaten Jombang



Menteri pertama yang hadir di Kabupaten Jombang adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) yakni Prof. Yohana Yembise. Beliau datang di Kabupaten Jombang untuk menghadiri kegiatan  yang bertajuk Peningkatan Kapasitas SDM Jejaring Perlindungan Perempuan dan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan Dan Anak” yang di gelar , di Ballroom Hotel Yusro (Jumat,19/02/2016)
(Photo : Stop Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak, Menteri PP&PA bersama Forpimda Jombang
Kegiatan tersebut adalah untuk berdiskusi bersama seluruh masyarakat dari berbagai komponen dan unsur untuk  mengenali/mendeteksi potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta mencari solusi penangananya, saling membuka diri, membangun kemitraan, memunculkan gagasan, ide, juga terobosan kreatif, inovatif, komunikatif dan memberikan kontribusi positif  bagi pembangunan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Jombang, guna mewujudkan Kabupaten Jombang tanpa kekerasan  dan diskriminasi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menteri kedua yang datang ke Kabupaten Jombang adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR), Basuki Hadimuljono pada Sabtu (20/2/16)
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono hadir di Kabupaten Jombang untuk meresmikan Rumah Susun (Rusun) Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang. Rusun terdiri dari dua tipe barak yakni enam unit barak besar dan enam unit barak kecil yang akan dihuni oleh 348 santri lajang. 
(Photo : Bupati Jombang mendampingi Menteri PUPR (Bertopi) saat meresmikan rusun Ponpes DU Kepuhdoko)
 Menurut Basuki, pondok pesantren adalah sarana pendidikan yang tidak hanya difokuskan pada pendidikan agama saja tapi juga menumbuhkan bibit muda tumpuan masa depan bangsa. “Orang pintar itu harus dan juga harus mempunyai akhlakul karimah” jelasnya.

Rusun terdiri dari tiga lantai dibangun diatas tanah milik Ponpes Darul Ulum dengan luas 1.520 meter persegi. Pembangunannya  menggunakan dana APBN Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2015 senilai Rp 7,6 miliar dengan masa pengerjaan selama 180 hari. (Admin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar