Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang akhirnya menyikapi
pengakuan seorang warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, bernama Jari, yang
mengaku sebagai Nabi Isa.
Di temui di Kantornya, Kamis (18/2/2016) KH Kholil Dahlan atau
Kyai Kholil, Ketua MUI Kabupaten Jombang, menyatakan bahwa ajaran Gus Jari
sudah mengarah pada unsur penyimpangan dari konsep agama Islam.
![]() |
| (Photo : KH Kholil Dahlan Ketua MUI Jombang ) |
Dikatakan Kyai Kholil ,Secara lahir tanda-tanda (penyimpangan)
sudah ada, antara lain pengakuan mendapatkan wahyu. Padahal untuk mendapat
wahyu, menurut literasi Al Qur’an dan Hadist, Rosululloh Muhammad SAW disebut
sebagai nabi terakhir dan wahyu sudah tidak turun lagi. “Jadi dengan mengatakan
menerima wahyu, Gus Jari sudah melakukan pendustaan agama,”tegasnya.
Sedangkan dalam pengucapan dua kalimat syahadat yang dibaca ada
perbedaan. Di Islam kalimat syahadat adalah Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa
Asyhadu Anna Muhammadur Rasuulullah. Tapi menurut ajaran Gus Jari, ada tambahan
yakni Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasuulullah,
Wal Isa Habibulloh.
Hal ini juga ditegaskan Kyai kholil bahwa jelas melenceng dari
ajaran Islam. “Syahadat sudah dibakukan sejak zaman Rasulullah, dengan kalimat
yang biasa kita ucapkan. Tidak boleh ditambah seperti bacaan syahadat yang
diajarkan oleh dia (Gus Jari),” tegasnya.
Bahkan meski Nabi Isa turun pada akhir zaman, menurut Kyai Kholil
bunyi syahadat juga tidak mengalami perubahan. Sebab ajaran yang disampaikan
Nabi Isa kepada umat manusia di muka bumi adalah syariat dari Nabi Muhammad
SAW. “Syahadat tidak akan berubah meski Nabi Isa turun pada akhir
zaman,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Rejoso ini
Sebelumnya warga asal Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan
Kabuh Kabupaten Jombang, Gus Jari alias Raden Aryo (40) mengaku mendapatkan
wahyu saat salat tahajud pada 2004 ketika bermukim di sebuah Pondok Pesantren
di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
"Pada waktu itu saya sedang salat malam. Ketika sujud, dada
saya serasa ditekan, bersamaan dengan itu saya mendapatkan panggilan sebanyak
tujuh kali dengan panggilan Yasiin. Dari situ saya mendapatkan petunjuk bahwa
saya sebagai Isa Habibullah (kekasih Allah)," ujar Gus Jari kepada
wartawan saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/2).
Dirinya mengklaim sebagai Isa Habibullah (kekasih Allah) dan
mengaku mendapatkan wahyu akhir zaman. Pengikut Gus Jari sudah mencapai 100
orang. Selain itu, Gus Jari mengaku bisa berkomunikasi dengan malaikat dan
Tuhan. (Admin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar