29 Feb 2016

Polres Jombang Mulai Gelar Operasi Simpatik Semeru 2016



Masyarakat Kabupaten Jombang khususnya pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, dihimbau untuk selalu membawa surat kelengkapan kendaraan, menggunakan safety riding dengan memakai helm dan sabuk pengaman serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.  Hal ini setelah Polres Jombang secara resmi mulai melaksanakan Operasi Simpatik Semeru 2016, yang ditandai dengan Apel Gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Mapolres Jombang , Selasa (1/3/2016).
(Photo : Bupati Jombang menyematkan pita tanda operasi simpatik dimulai)

Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Semeru 2016 yang diikuti tidak hanya dari jajaran Polres Jombang dan Satlantas, tetapi diikuti Pasukan TNI dari Kodim 0814/Jombang, Personel Dinas Perhubungan Kab Jombang serta Satpol PP Pemkab Jombang tersebut dipimpin langsung Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Jajaran Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) dan sejumlah Pejabat Pemkab Jombang hadir dalam apel ini.

Dalam upacara gelar pasukan ini dilakukan penyematan pita bagi perwakilan personel TNI, Polres Jombang/Satlantas serta dari Dishub oleh Bupati Jombang, untuk menandai dimulainya pelaksanaan operasi simpatik yang digelar secara serempak oleh seluruh jajaran Polri selama 21 hari, sejak 1 Maret hingga 21 Maret 2016. Operasi simpatik ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalulintas dan mengurangi timbulnya kecelakaan.

Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko mengatakan operasi simpatik merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam hal menangani permasalahan berlalu lintas. Diantaranya, menumbuhkan dan meningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas, sehingga dapat mengurangi terjadinya pelanggaran maupun timbulnya kecelakaan hingga mengakibatkan korban tewas yang masih cukup tinggi.

“Kesadaran tertib berlalulintas serta pemahaman rambu-rambu jalan di tengah masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi. Melalui operasi simpatik ini, diharapkan mampu mengatasi beberapa permasalahan berlalulintas,” ujar Sudjarwoko.

Operasi Simpatik Semeru 2016 tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan kawasan KTL, Menciptakan Lokasi Penggal Jalan Yang Tertib Marka, Rambu, Parkir, Serta Pengguna Jalan Guna Kamseltibcarlantas. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung yakni Dalam Rangka Optimalisasi Penerapan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Untuk Menciptakan Lokasi Penggal Jalan Yang Tertib Marka, Rambu, Parkir, Serta Pengguna Jalan Guna Kamseltibcarlantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Berlalulintas).


Sementara AKP Mellysa Amalia, Kasatlantas Polres Jombang menjelaskan Untuk pelaksanaan operasi simpatik tersebut, petugas gabungan akan mengoptimalkan penerapan KTL bagi para pengguna jalan agar bisa mengurangi terjadinya kecelakaan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalulintas.

“Operasi simpatik ini diutamakan memberikan pemahaman dan pengertian melalui pendekatan kepada masyarakat, mungkin dengan senyuman saat memberikan teguran kepada masyarakat yang didapati lakukan pelanggaran berlalulintas. Sehingga, masyarakat akan semakin sadar pentingnya tertib berlalulintas dan saling menjaga keselamatan saat berkendara di jalan raya,” tegas Mellysa.

Sedangkan untuk jalur yang menjadi sasaran dalam operasi yang akan berlangsung selama 21 hari kedepan tersebut menurut AKP Mellysa adalah kawasan tertib lalu lintas (KTL) yakni sepanjang jalan KH Wahid Hasyim-Jl A.Yani dan Jl. Gus Dur.
“Oleh karena itu kepada masyarakat dihimbau agar selalu tertib di kawasan KTL tersebut, ketika berkendara bawa selalu surat-surat kelengkapan kendaraan, gunakan safety riding seperti memakai helm dan sabuk pengaman dan patuhi rambu-rambu lalu lintas,”himbau Kasatlantas.(Admin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar